Put your ad code here

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

"Baiknya bisnis sendiri atau bermitra?"

"Baiknya bisnis sendiri atau bermitra?" ada yang bertanya begitu ketika saya coaching.

Terus apa jawaban saya?

Tergantung.

Bermitra itu ada keunggulan tersendiri. Kan saling melengkapi satu sama lain. Betul apa betul? Kuenya (rezekinya) mungkin dibagi-bagi, tapi kuenya sendiri membesar. Begitulah logika rezeki di balik bermitra.

Tapi, kita harus mengakui ada tipe orang yang sangat keras, sangat dominan, sekaligus perfeksionis. Nah, orang seperti ini baiknya bisnis sendiri saja. Tak perlu bermitra. Cukup cari karyawan saja.

Kalau dipaksakan bermitra, belum tentu mitranya betah. Kan repot.

Kembali ke teman-teman yang memutuskan untuk bermitra. Seandainya rugi atau gagal, bolehkah kita menyalahkan mitra? Dalam coaching itu, saya pun memberikan peringatan keras pada mereka. Be responsible.

Harusnya kita membatin, "Aku yang memutuskan untuk berbisnis. Aku yang ingin sukses. Aku yang dapat untungnya. Tentulah, aku yang harus memastikan ini semua berjalan. Andaikata nggak berjalan, akulah yang bertanggung-jawab, sepenuhnya." Sebuah pemikiran yang memberdayakan. Inilah sikap #SangPemenang.

Nyalah-nyalahin orang lain adalah sikap pecundang. Ya, pecundang. Maaf, memang begitulah adanya. Seorang mitra yang mangkir sekalipun, tetap saja ada kesalahan pada pihak kita. Itu artinya kita tidak selektif di awal. Atau MOU tidak jelas di awal. Sekali lagi, be responsible.

Sekiranya kita mau responsible dan mau introspeksi, maka kita akan naik level. Di mana kemudian kita akan berbenah dan berubah. Kalau begini, siapa yang diuntungkan? Kita tho? Akan beda ceritanya kalau kita nyalah-nyalahin.

Sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah di balik coaching saya selama ini. Seru. Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to ""Baiknya bisnis sendiri atau bermitra?" "

Posting Komentar