Angka ini membesar jika coba-coba sendiri (trial and error). Saya ulangi, jika coba-coba sendiri. Beda ceritanya kalau di-dampingi mentor. Risiko gagal sih tetap ada, tapi mengecil dan terus mengecil.
Kenapa harus ada mentor? Begini, melalui mentor, kita akan belajar ilmu teknis dan detail. Semakin teruji ilmunya, semakin besar kesempatan kita untuk sukses. Dengan kata lain, kita seperti memiliki penerang. Semacam cahaya. Eta terangkanlah, hehehe.
Kita pun melek tentang cara-cara tercepat untuk mencapai sesuatu. Jadi, langkah kita seperti dimudahkan. Tentu, ini harus dibarengi action yang cepat dan kendaraan yang tepat. Bisnis, inilah yang dimaksud dengan kendaraan. Mesti komplit, baru bisa sukses.
Ramuan suksesnya seperti ini:
Bimbingan x Tindakan x Kendaraan (yang tepat).
Coba perhatikan baik-baik. Apakah kita sudah memiliki semuanya? Bimbingan, Tindakan, dan Kendaraan. Think.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sumber : Channel Telegram Ippho Santosa
.jpg)
0 Response to "Buka bisnis itu gampang"
Posting Komentar