Bangkrut. Kolaps. Mungkin ini untuk membersihkan hati dan harta kita. Mungkin ini untuk menaikkan derajat kita. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa kita. Mungkin ini untuk menegur kelalaian kita.
Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."
Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama diri kita dan keluarga kita, ternyata Allah lebih sayang sama diri kita dan keluarga kita. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."
Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Apalagi ketika tagihan dan utang bertumpuk. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah jatuh, berikan tulisan saya ini kepada mereka. Mudah-mudahan setelah membaca, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka.
Setelah itu? Ajak mereka berbenah. Semua aspek. Entah itu dari segi ikhtiar, amal, maupun akhlak. Kemungkinan besar, kita bisa jatuh karena kita mengabaikan satu atau beberapa faktor terpenting. Maka, benahi itu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Sumber : Channel Telegram Ippho Santosa
.jpg)
0 Response to "Bangkrut? Kolaps?"
Posting Komentar